Jellyspotters
Guide & Walkthrough Game

10 Game GBA Underrated

Game Boy Advance underrated, Lady Sia, Yggdra Union, Rebelstar, V-rally, Ninja Five-o, Drill Dozer, Summon Night, Car Battler Joe,
Game Boy Advance adalah handheld console dari Nintendo yang merupakan successor dua konsol sebelumnya, yaitu Game Boy dan Game Boy Color. Dirilis pada 21 Maret 2001, saat itu para gamer sedang menantikan evolusi berikutnya dari portable gaming. Dan GBA datang dengan membawa "evolusi" tersebut. Hadir dengan grafis warna 32-bit, shoulder buttons serta ditanamkannya backlighting pada GBA SP yang dirilis tahun 2003. GBA disambut dengan baik karena inovasi dan perkembangan yang brilian tersebut.

Meski begitu, game-game GBA masih dirilis hingga tahun 2008. Sudah 20 tahun sejak perilisan pertama GBA, yang juga sudah menghasilkan banyak game-game memorable mulai dari serial port dari konsol terdahulu seperti Super Mario World, The Legend of Zelda: A Link To The Past hingga franchise baru seperti Golden Sun & Advance Wars. Tapi, Library dari game GBA jauh lebih luas dari sekedar judul-judul besar itu saja.

Inilah rekomendasi 10 Game GBA Underrated untuk membantumu menemukan hidden gem di GBA.

1.Ninja Five-O

Ninja Five-O adalah sebuah game action platformer side-scrolling dengan citarasa klasik ala era 16-bit yang terasa seperti kombinasi antara Ninja Gaiden dan Bionic Commando. Ditambah dengan sistem kontrol yang erat serta latar cerita over-the-top tentang ninja dengan kemampuan magis yang juga adalah seorang polisi. Tantangan yang ditawarkan game ini benar-benar pas dengan beberapa pilihan magic, boss, bahkan kroco dalam game ini saja cukup memberikan tantangan selama bermain.

Meski demikian, Ninja Five-O dirancang untuk gagal sejak awal. Tidak diketahui ada berapa copy yang dibuat, saat masa perilisannya pun hampir mustahil untuk menemukan satu copy-pun dari game ini. Bahkan meskipun game ini dibuat di Jepang, game ini juga tidak sekalipun dirilis disana. Dan akhirnya legenda dari Joe Osugi hanya semakin tumbuh dari tahun ketahun, dengan copyan lengkap yang secara regular dijual di eBay dengan harga sekitar $1000, dan game ini adalah salah satu game langka yang dijual mahal, tetapi mungkin masih worth untuk ditukar dengan pengalaman bermain yang akan kamu dapatkan.

2.Yggdra Union

Sebuah game dengan campuran apik dari menkanik RPG tactical dan card battle dengan grafik 2D yang maksimal untuk konsol portable, itulah Yggdra Union yang merupakan salah satu game terbaik GBA pada era pasca perilisan NDS. Meskipun story-nya tidak begitu bagus, gurauan antara para anggota party di game ini mampu menciptakan charm-nya sendiri dan ada banyak konten yang akan menyibukkan-mu saat kamu sudah terbiasa dengan gameplaynya. Selain itu, sebuah port untuk PSP dan juga Switch bahkan dirilis di jepang tahun 2020.

3.Drill Dozer

Game Freak dikenal dengan franchise Pokemon yang sudah tumbuh begitu besar dan sukses dalam waktu yang sangat lama, tapi ternyata mereka sempat iseng mencoba genre lain. Yang terbaik dari eksperimen tersebut adalah Drill Dozer. Seperti judulnya, game ini melibatkan aktivitas Drilling alias pengeboran. Ini adalah sebuah game platforming dengan gameplay yang sangat lekat dengan drill.

4.Summon Night : Swordcraft Story

Summon Night : Swordcraft Story adalah sebuah seri spin-off dari franchise Summon Night yang memiliki gameplay yang benar-benar berbeda dari seri utamanya. Game dungeon-crawler biasanya memiliki gameplay yang lambat, tapi Swordcraft Story hadir dengan gameplay fast-paced realtime yang mirip seperti seri "Tales of..."

Battle di game ini akan terasa sangat menyenangkan karena kamu tidak akan menghabiskan waktumu untuk menggulir menu saja, melainkan menggunakan beberapa senjata, sihir dan item secara real time untuk melawan monster yang beragam, mengumpulkan item, material untuk crafting dan menjelajahi dungeon.

Selain itu, game ini menghadirkan banyak fitur dari genre lain seperti dating-simulation dengan NPC, multiple-choice untuk mendapatkan mereka dan juga crafting senjata serta item yang menjadi daya tarik utamanya.

5.V-Rally 3

Dengan berkembangnya konsol pada masa itu menuju grafik 3D secara penuh, Nintendo dengan Game Boy Advance-nya dibuat untuk grafis piksel 2D yang tetap charming. Tapi sepertinya itu tidak menghilangkan niat para developer saat itu untuk membuat game 3D di system handheld dan mendorong kemampuan GBA menuju batasnya. Salah satunya adalah V-Rally 3 dari Velez & Dubail, mereka berhasil menghadirkan sebuah game racing dengan mobil polygonal di GBA. Yang harus diapresiasi dari V-Rally 3 adalah detail pada sisi luar lintasan balap yang hampir terlihat seperti game N64.

V-Rally 3 juga memberikan fitur untuk memainkan career mode dalam prespektif first-person, yang harusnya akan sulit untuk sebuah game GBA. Tapi dengan dukungan handling yang smooth, V-Rally 3 benar-benar terasa maksimal.

6.Lady Sia

Kebanyakan game platformer di GBA adalah hasil port dari SNES, hanya ada segelintir judul original dan salah satunya adalah Lady Sia. Dengan grafik yang cerah dan nampak cocok di layar kecil GBA. Gameplay-nya cukup teratur dan deep dengan adanya kombo, magic attack dan bahkan kemampuan untuk berubah menjadi semacam Bigfoot saat Boss Fight.

Lady Sia diterima dengan baik saat perilisannya, dan bahkan sempat direncanakan untuk dibuat sekuelnya. Yang sayangnya dibatalkan karena kendala dalam pendanaan, membuat game ini perlahan dilupakan dan menjadi salah satu game yang Underrated.

7.Car Battler Joe

Library game GBA punya beberapa judul game RPG dimana kamu tidak akan bertarung secara langsung, tetapi menggunakan media mulai dari mainan, monster hingga mobil. Medabots, Beyblade, Yu-gi-oh, Pokemon, dll.

Tapi ada satu yang Underrated, yaitu Car Battler Joe. Sebuah game RPG dengan tambahan car battling yang menyenangkan. Dari segi story, game ini memang terkesan biasa saja. Tapi yang menarik, di dunia Car Battler Joe, mobil adalah hal yang langka. Misalnya kamu harus membuat sebuah mobil dengan gaya Mad Max dengan spare parts yang tersebar dan bisa ditemukan di seluruh dunia, kemudian akhirnya bertarung dengan kendaraan lain sembari menyelesaikan Quest.

Konsep itu saja sudah pantas mendapatkan sekuel atau successor. Sayangnya, kebanyakan orang sudah melupakan soal Joe, dan bahkan perilisan ulangnya di eShop Wii U juga tidak mendapatkan begitu banyak perhatian.

8.Zone of The Enders: Fist of Mars

Game berikut ini dari developer ternama; "Konami". Meski tidak sesukses game lainnya dari Hideo Kojima, seri dari "Zone of The Enders" masih dikenal sebagai game action yang bagus dari era PS2. Hasil dari kepandaian Kojima dalam cinematic storytelling dan sistem battle mecha yang unik berhasil membuat seri ini tetap standout.

Tidak seperti rilisan home console, Fist of Mars bergenre turn-based startegy. Game ini tidak memiliki action tempo cepat seperti game Zone of Enders lainnya. Tetapi game ini memiliki aim reticle yang membuatnya lebih memiliki unsur action dibanding tipikal turn-based strategy biasanya.

Meskipun Kojima tidak secara langsung terlibat dalam pembuatan Fist of Mars, tetapi penulisan storytelling dalam game ini tetap terasa kuat, dramatis dan punya cukup banyak hal yang diharapkan oleh fans Mecha dari genre tersebut.

9.The Lord of The Rings: The Return of the King

EA sudah merilis 2 game beat-em up yang solid di home konsol untuk trilogi Lord of The Rings milik Peter Jackson, namun versi handheldnya di GBA terasa lebih baik lagi. The Return of the King bisa dibilang adalah Diablo dalam Middle Earth.

Tersedia 8 karakter dari movie yang bisa kamu pilih. Terlepas dari terbatasnya kemampuan GBA, setiap karakter itu tetap dimainkan dengan cara yang berbeda-beda. Seperti Aragorn adalah tipe Warrior dan Gandalf adalah tipe Magic, selain itu mereka bahkan bisa sepenuhnya dikustomisasi dengan senjata dan equipment masing-masing.

10.Rebelstar: Tactical Command

Dibuat oleh Jullian Gallop yang juga pembuat seri X-Com, game ini bisa dibilang adalah X-Com-nya GBA. Meski tak ada unsur pembangunan base atau manajemen sumber daya, pertempuran taktis melawan alien dengan gaya klasik ini benar-benar menggambaran bahwa kamu bisa menemukan X-Com series disini.

Dan sebagai game GBA, tentu saja dari segi visual Rebelstar sama sekali tak bisa dibandingkan dengan X-Com. Bahkan visualnya terkesan sangat kartunis untuk style gameplay seperti ini, tapi Rebelstar tetap mampu membawakan pengalaman yang unik dan berbeda dari game tactic lainnya diluar sana.

Posting Komentar